My Cooliris Wall

Monday, June 7, 2010

Acer Core i5 Apakah Cukup Kuat?

Notebook yang menggunakan prosesor Intel Core i5 memang sudah mulai banyak beredaran di pasar. Notebook kelas ini pun memang ditujukan para pengguna kompter jinjing yang hobi mengolah beragam konten digital. Entah itu manipulasi gambar, mengolah instrumen suara, hingga melakukan editing video. Kehadiran prosesor Intel Core i5.

Untuk versi desktop, boleh jadi core i5 telah menunjukan taringnya dengan beberapa fitur yang ditawarkan. Mulai dari kemampuan Turbo Boost, kemampuan Hyper-Threading, hingga koansumsi energi yang rendah, menjadi andalan produk ini. Tapi bagaimana performanya pada notebook?

Untuk menguji kemampuannya, detikINET menjajal berbagai aplikasi berat seperti 3D Mark 2006 hingga metode perhitungan data yang besar di Microsoft Excel dengan menggunakan notebook Acer Aspire 4740G.



Intel Core i5 untuk Notebook

Acer Aspire 4740 G, telah menggunakan prosesor Intel Core i5 430M yang memiliki kecepatan 2,27GHz. Prosesor jenis ini juga telah menerapkan teknologi baru seperti proses fabrikasi yang kecil, 32nm.

Fitur yang diboyongnya pun tidak terpaut jauh dengan versi desktop, mulai dari kemampuan Hyper-Threading, Turbo Boost, Memory Controller yang terintergrasi, hingga konsumsi energi yang rendah.

Dilihat dari fitur yang disediakan, maka tidak heran jika Intel mengklaim prosesor mereka bisa memenuhi kebutuhan para pengguna komputer jinjing yang mengedepankan, performa handal dengan konsumsi energi yang rendah.

Pada spesifikasi yang dicantumkan, prosesor Intel Core i5 430M bakal mencatut energi sekitar 35 watt. Jenis ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan saudaranya Core i5 520UM yang hanya membutuhkan 18 watt.

Meski demikian, pada uji coba yang dilakukan 
detikINET notebook dengan prosesor Core i5 430M sanggup bertahan hampir 3 jam ketika dilakukan untuk browsing dengan Wi-Fi, sembari mendengarkan lagu kesayangan melalui Windows Media Player dan melakukan pekerjaan ringan dengan Microsoft Office.



Apakah Cukup Bertenaga?

Usai bermain-main dengan daya tahan baterainya, 
detikINET menguji kemampuan prosesor ini dengan aplikasi pengujian seperi CineBench, PC Mark Vantage, hingga menggunakan 3D Mark 2006.

Angka yang dihasilkan pun terbilang memuaskan. Meski tidak terlalu tinggi, namun prosesor ini masih cukup baik menangani beragam kebutuhan seperti bermain game ringan hingga kalkulasi perhitungan kelas berat.

Namun sayang, kemampuan 
singlecore-nya tidak terpaut jauh dari seri terdahulu. Hal ini dapat dibuktikan ketika melakukan penggujian pada CineBench di mana Core i5 430M mendapatkan angka 2626 dan T9400 mendapatkan 2742 (lebih kecil lebih baik).

Mungkin perbedaan yang ada terlihat sangat sepele, tapi perlu diketahui bahwa tidak semua aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan 
multicore yang belakangan ada di prosesor.

Pengujian selanjutnya dilakukan dengan simulasi perhitungan data besar dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasilnya, Core i5 mampu menyelesaikan tugas yang diberikan hanya dalam 14 detik. Atau lebih cepat 4 detik dari Intel T9400.

Lantas apakah prosesor ini bisa dikatakan cukup bertenaga? Dilihat dari kemampuan yang ditunjukan, prosesor ini masih bisa menunjukan 'taringnya' untuk menangani tugas-tugas berat, ataupun game ringan.

Meski kemampuan 
singlecore yang dimilikinya tidak terlalu baik, namun dengan berbagai perubahan dari seri terdahulu membuat prosesor ini layak dijadikan pertimbangan.
Kelebihan:
+ Hemat energi
+ Tidak panas
+ Performa keseluruhan baik
Kekurangan:
- Kemampuan Single Core kurang 



Source : http://us.detikinet.com/read/2010/05/17/153653/1358604/406/uji-ketangguhan-intel-core-i5-pada-notebook

Saturday, June 5, 2010

Bermain Sesuai Dengan Peraturan dan Alur Permainan

Sebuah permainan, tentunya memiliki sebuah cerita atau setikdaknya tingkat kesulitan yg berbeda setiap tahapnya, ketika pemain mencoba pertama kali untuk memainkan sebuah permainan, tanpa disadari, orang tersebut memiliki keinginan untuk memenangkan permainan tersebut, itu dapat di artikan lebih jelas lagi, bahwa orang tersebut memiliki sebuah estimasi kecil untuk memenangkan permainan tersebut, meskipun pada saat itu, orang itu pertama kali memainkan permainan tersebut tetapi sudah ada estimasi-estimasi yg mungkin berjumlah sangat banyak yang tentunya itu membuat sebuah ambisi di dalam diri orang tersebut, meskipun hanya kecil. Dan setiap kali pemain tersebut memenangkan setiap tahapan yang ada di permainan tersebut ambisi yang tercipta semakin menjadi besar. Tetapi ada satu hal yang penting dari bagian permainan tersebut, yaitu tingkat kesulitan yang diterima oleh para pemain itu, terkadang karena pemain sangat ambisius, dia memakai kode-kode tertentu untuk melewati beberapa tahap dengan singkat atau bahkan memilliki kekuatan yang berlipat ganda, tetapi apa yang terjadi, dia tidak bisa memenangkan permainan tersebut dengan wajar, dan ketika dia memainkan ulang permainan tersebut, mungkin hingga tahap pertama saja, dia belum tentu bisa melewatinya ini semua di sebabkan karena dia memakai cara yang tidak wajar untuk sebelumnya, boleh dikatakan dia berhasil untuk permainan sebelumnya, tetapi kali ini dia tidak akan memiliki kemampuan yang sama dari yang sebelumnya, bahkan kemampuannya akan menurun.

Dari cerita yang ada di atas, tanpa Anda sadari, Anda telah membaca sebuah rangkaian yang selalu Anda lakukan pada tiap hari. Manusia dilahirkan di dalam sebuah lingkungan yang memiliki nilai dan norma tersendiri, itu tidak dapat dipungkiri lagi. Dan inilah yang menyebabkan semua tantangan hidup selalu ada di sekeliling Anda, pernah atau tidak Anda merasakan, ketika suatu masalah datang, dan Anda dapat memecahkannya dengan baik dan seketika itu juga Anda mendapat masalah yang lain, yang lebih besar, yang Anda tidak duga sebelumnya, mungkin Anda pernah mengalaminya, dan jikalau Anda tidak pernah merasakan, pertanyaan berikutnya adalah, apakah Anda pernah berfikir, mengapa masalah selalu ada dan tidak pernah berhenti dan itu membuat Anda sering kali putus asa. Sebenarnya Anda sedang berada di dalam sebuah permainan yang bernama "Hidup", permainan ini memaksa semua orang untuk menjadi tokoh utama dan pemain utama di dalamnya.
Permainan ini tidak semudah permainan puzzle yang ada di komputer Anda atau mungkin permainan memancing di sungai. Anda harus menyadari bahwa permainan yang sedang Anda mainkan adalah sebuah permainan yang sangat sulit ditaklukkan. Tetapi Anda pemain yang dapat mengatur permasalahan dan tingkat kesulitannya. Ketika Anda berhadapan dengan kesulitan yang datang secara tiba-tiba dan dengan sadar Anda menghadapinya, bisa saja Anda berkata "STOP, saya ingin istirahat, biarlah permainan terus berjalan dengan tingkat kesulitan yang sama" tapi bayangkan apa dampak kedepannya, karena Anda "lelah" dengan semua ini dan perkataan itu, maka Anda akan berhenti di sebuah titik dimana Anda tidak menyadari, bahwa musuh yang memiliki kekuatan berlipat ganda telah menanti Anda di tahap berikutnya. tetapi Anda hanya "menikmati" posisi sekarang dimana Anda berada sekarang.
Sekarang, poin penting dari cerita di atas adalah, ketika Anda memainkan permainan ini, dan Anda mengatakan kata "Stop, saya ingin istirahat, biarlah permainan terus berjalan dengan tingkat kesulitan yang sama" permainan tetap berjalan dan Anda berhenti dan memilih untuk melewati smua tantangan di depan Anda dengan "kenyamanan" yang Anda miliki sekarang. ketika suatu saat Anda berkata "Lanjutkan permainan ini" maka pada saat itu juga Anda akan jatuh jauh kedalam lubang dan memaksa Anda menangis dan menyesal terhadap semua yang telah Anda usahakan. karena begitu Anda mencoba menghadapi tantangannya, tantangan itu sudah terlalu tinggi untuk Anda karena Anda tidak pernah berlatih dari tahapan yang rendah.
Pesan yang saya sangat ingin sampaikan adalah, sadarilah permainan ini adalah sebuah permainan yang sangat sulit, tidak hanya membutuhkan keberanian dan pemikiran, terkadang memerlukan sebuah kesakitan mental dan fisik. Tetapi, ingat, angkat senjatamu sekarang juga, atau Anda tidak akan pernah bangkit diwaktu yang lain. Hadapilah apa yang ada di depanmu sekarang juga, atau Anda tidak akan pernah bisa menghadapinya di lain waktu, dan hanyalah penyesalan yang sangat dalam di dalam diri Anda, dan rasa sakit yang sangat Anda rasakan.
Written by Shin